Secara umum biofouling adalah akumulasi dan penumpukan
dari mikro-organisme, tanaman dan binatang pada fase dewasa
yang melekat sementara maupun tetap pada permukaan
substrat (material yang ditempeli biofouling).
Biofouling dikategorikan dalam dua golongan :
- biofouling mikroskopik
- biofouling makroskopik.
Biofouling mikroskopik adalah Bakteri, Diatomeae, Protozoa,
dan Rotifera
Biofouling makroskopis yang banyak muncul antara lain
Balanus sp., Pelecypoda, Annelida, Coeloenterata, Tunicata,
dan Algae.
Faktor – faktor Penyebab Biofouling
Intensitas cahaya : Cahaya matahari yang jatuh di permukaan laut
akan diserap dan diseleksi oleh air laut, sehingga cahaya dengan
panjang gelombang yang panjang seperti cahaya merah, ungu dan
kuning akan hilang lebih dahulu. Banyaknya sinar matahari yang
masuk ke dalam laut berubah-ubah tergantung pada intensitas
cahaya, banyaknya pemantulan di permukaan, sudut datang dan
transparasi air laut
Temperatur : Organisme laut umumnya bersifat polikilotermik
sehingga penyebarannya mengikuti perbedaan suhu lautan secara
geografis, Organisme biofouling dapat hidup dari perairan dengan
perubahan suhu berkisar antara 15-30 °C atau dari perairan eustarina
sampai laut terbuka, iklim tropik sampai dengan iklim sedang. Air
mempunyai daya muat panas yang lebih tinggi daripada daratan.
Akibatnya untuk menaikan suhu sebesar 1 C, air akan membutuhkan
energi yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh daratan dalam
jumlah massa yang sama.
Sedimentasi : merupakan salah satu faktor penting pertumbuhan organisme
biofouling.
Kedalaman laut : di perairan Eropa ditemukan biofouling jenis bivalvia,
Pada kedalaman lebih dari 15 m, koloni biofouling yang ditemukan antar
lain byrozoa, serpulids, hydroid, dan oysters.
Arus dan gelombang perairan : Arus dan gelombang mengakibatkan
kegagalan penempelan Organisme biofouling. pada substrat.
Arus dan gelombang perairan : Arus dan gelombang mengakibatkan
kegagalan penempelan Organisme biofouling.
Salinitas : Salinitas (kadar garam) adalah berat semua garam yang terlarut
dalam 1000 gram air laut, Organisme biofouling dapat hidup dari perairan
estuaria sampai laut terbuka di mana salinitas pada perairan estuaria antara
5-30
°
/oo sedangkan salinitas pada laut terbuka dapat mencapai 41
°
/oo .
Tipe subtrat : disebabkan oleh sifat fisik dan kimia dari subtrat tersebut.
Pasang surut : Salah satu fenomena fisik dan dinamis yang selalu dijumpai
di lautan adalah naik turunnya permukaan air yang bersifat periodik selama
satu interval waktu tertentu yang disebut pasang surut






0 komentar:
Posting Komentar