Pages

KeSEMaT di FPIK Undip

KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur) adalah salah satu UKK d Undip. UKK ini sangat menarik bagi yang cintai lingkungan dan pohon mangrove tentunya .

Beasiswa Data Print 2013

Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan diri kamu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total ratusan jutaan rupiah!.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 31 Mei 2016

Masteran Laporan Praktikum

Bahan Hayati Laut - BHL
Download (1,3 MB)

Konservasi - Semester 6
Download (2,8 MB)

Rabu, 06 April 2016

Biodeteriorasi - Makro Fouling

Secara umum biofouling adalah akumulasi dan penumpukan dari mikro-organisme, tanaman dan binatang pada fase dewasa yang melekat sementara maupun tetap pada permukaan substrat (material yang ditempeli biofouling).

Biofouling dikategorikan dalam dua golongan :
- biofouling mikroskopik
- biofouling makroskopik.

Biofouling mikroskopik adalah Bakteri, Diatomeae, Protozoa, dan Rotifera

Biofouling makroskopis yang banyak muncul antara lain Balanus sp., Pelecypoda, Annelida, Coeloenterata, Tunicata, dan Algae.

Faktor – faktor Penyebab Biofouling
Intensitas cahaya : Cahaya matahari yang jatuh di permukaan laut akan diserap dan diseleksi oleh air laut, sehingga cahaya dengan panjang gelombang yang panjang seperti cahaya merah, ungu dan kuning akan hilang lebih dahulu. Banyaknya sinar matahari yang masuk ke dalam laut berubah-ubah tergantung pada intensitas cahaya, banyaknya pemantulan di permukaan, sudut datang dan transparasi air laut

Temperatur : Organisme laut umumnya bersifat polikilotermik sehingga penyebarannya mengikuti perbedaan suhu lautan secara geografis, Organisme biofouling dapat hidup dari perairan dengan perubahan suhu berkisar antara 15-30 °C atau dari perairan eustarina sampai laut terbuka, iklim tropik sampai dengan iklim sedang. Air mempunyai daya muat panas yang lebih tinggi daripada daratan. Akibatnya untuk menaikan suhu sebesar 1 C, air akan membutuhkan energi yang lebih besar daripada yang dibutuhkan oleh daratan dalam jumlah massa yang sama.

Sedimentasi : merupakan salah satu faktor penting pertumbuhan organisme biofouling.  Kedalaman laut : di perairan Eropa ditemukan biofouling jenis bivalvia, Pada kedalaman lebih dari 15 m, koloni biofouling yang ditemukan antar lain byrozoa, serpulids, hydroid, dan oysters.  Arus dan gelombang perairan : Arus dan gelombang mengakibatkan kegagalan penempelan Organisme biofouling. pada substrat.  Arus dan gelombang perairan : Arus dan gelombang mengakibatkan kegagalan penempelan Organisme biofouling.  Salinitas : Salinitas (kadar garam) adalah berat semua garam yang terlarut dalam 1000 gram air laut, Organisme biofouling dapat hidup dari perairan estuaria sampai laut terbuka di mana salinitas pada perairan estuaria antara 5-30 ° /oo sedangkan salinitas pada laut terbuka dapat mencapai 41 ° /oo .  Tipe subtrat : disebabkan oleh sifat fisik dan kimia dari subtrat tersebut.  Pasang surut : Salah satu fenomena fisik dan dinamis yang selalu dijumpai di lautan adalah naik turunnya permukaan air yang bersifat periodik selama satu interval waktu tertentu yang disebut pasang surut

Kamis, 24 Maret 2016

Masteran Laporan Praktikum Inderaja

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites