KeSEMaT di FPIK Undip
KeSEMaT (Kelompok Studi Ekosistem Mangrove Teluk Awur) adalah salah satu UKK d Undip. UKK ini sangat menarik bagi yang cintai lingkungan dan pohon mangrove tentunya .
Beasiswa Data Print 2013
Bagi pelajar dan mahasiswa, daftarkan diri kamu segera di program beasiswa DataPrint. Sebanyak 500 orang yang terpilih akan mendapatkan beasiswa dengan hadiah total ratusan jutaan rupiah!.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.
Minggu, 30 Desember 2012
Hukum islam
Syariat: jalan menuju
mata air
Menurut hasbi
ash-shiddieqy: hokum dan aturan yang ditetapkan oleh Allah untuk hambaNya
Menurut Mahmoud
Syaltut: ketentuan Allah yang dijadikan pegangan manusia dalam menjalin
hubungan
Fiqih : paham/
mengerti => pemahaman manusia terhadap syariat
Menurut M abu Zahrah:
mengetahui hokum syara’ yang bersifat amaliah yang dikaji dari dalilnya terinci
Al Baqarah 279
Maka dapat disimpulkan
fiqih merupakan pemahaman para ulama terhadap syara dalam Quran dan hadist agar
mudah dipelajari
Hakekat Fiqih
Fiqih: ilmu yang
menerangkan hokum syara dari pekerjaan mukalaf
Objek kalian fiqih :
hal yang bersifat amaliah
Fiqih digali melalui
penalaran (nazhar) yang diistinbatkan dari ijtihad
Perbedaan syariat dan
fiqih
Syariat
Terdapat dalam al
quran dan hadist
Bersifat fundamental,
ruang lingkup luas
Syariat : ketentuan
bersifat abadi
Syariat hanya Satu
Syariat satu kesatuan
Fiqih
Terdapat dalam kitab
fiqih
Bersifat instrumental,
terbatas pada hokum yang mengatur perbuatan manusia
Fiqih : pemikiran
manusia, tidak abadi
Figih lebih dari 1
Fiqih merupakan
keberagaman
Hukum : seperangkat
peraturan yang mengikat manusia, sanksinya tegas
Hukum islam:
seperangkat peraturan berdasarkan wahyu Allah dan sunnah rasul yang mengikat
muslim
Karakterisitik hokum
islam
Menyedikitkan beban
Sempurna (ta’amul)
Harmonis (wasathiyah)
Dinamis (harakah)
Berangsur
Adil
Tujuan hokum islam
Mengatur hub manusia
dengan manusia, Allah, dan makhluk lain agar tercapai kebahagiaan dunia dan
akhirat
Menurut Abu Ishaq al
shatibi, Memelihara 5 tujuan
Memelihara agama
Memelihara jiwa
Memelihara akal
Memelihara keturunan
Memelihara harta
Ruang lingkup hokum
islam, ada 2, yaitu
Bidang ibadah: muslim
berhubungan dengan Allah
Bidang muamalah:
ketetapan Allah yang berhubungan dengan kehidupan social manusia
Bagian hokum islam
- hukum perdata
a)
munakahat,
mengatur perkawinan, perceraian serta akibatnya
b)
mawaris/
wiratsah, mengatur hubungan pewaris, ahli waris, harta peninggalan serta
pembagiannya
c)
muamalat,
tentang kebendaan, hak atas benda, jual beli, sewa menyewa
- hokum pidana
a)
Jinayat,
aturan mengenai perbuatan yang diancam dengan hukuman, baik dalam jarimah hudud (perbuatan pidana yang telah ditentukan
bentuk dan batas hukumannya dalam al Quran dan sunnah) dan jarimah ta’zir
(perbuatan pidana, bentuk dan ancaman hukumannya ditentukan oleh penguasa)
b)
Al ahkam
as Sulthaniyah, tentang kepala Negara, Negara, pemerintah, tentara, pajak
c)
Siyar,
tentang urusan perang dan damai, tata hubungan dengan pemeluk agama dan Negara
lain
d)
Mukhasamat,
mengatur hubungan soal peradilan, kehakiman dan hokum acara
Sumber hokum islam
Sumber utama: al quran
dan hadist
Sumber tambahan:
ijtihad
Asas hokum yang
tercantum dalam Al quran
Meniadakan yang berat
(sukar) al hajj 78
Menyedikitkan beban,
al baqarah 286
Berangsur
Hokum yang dikandung
alquran (ada 3)
Hokum yg berkaitan
dengan keimanan
Hokum yang berpautan
yang dijadikan perhiasan
Hokum yang
bersangkutan dengan ucapan, perbuatan, transaksi (aqad) dan pengelolaan harta
Komitmen terhadap al
quran
Mengimani,
mempelajari, mengamalkan, mendakwahkan
Sunnah menurut yang
meriwayatkan: mutawatir, masyhur, ahad
Hadist menurut
kualitas: shahih, hasan, dla’if
HAM dan Demokrasi dalam islam
MEnurut Prof Dr H.
Zainudin Ali MA, HAM adalah hak yang diberikan secara langsung oleh Tuhan (hak
yang bersifat kodrati)
Perbedaan HAM barat
dan islam
Menurut pandangan
barat, ham bersifat antroposentris
Menurut pandangan
islam, ham bersifat teosentris
Macam hak dalam islam
Hak hak allah
Hak hak diri sendiri
Hak hak orang lain
Hak hak semua makhluk
Demokrasi dalam islam
Secara etimologi dari
yunani, demos : rakyat, kratos: pemerintahan, sehingga demokrasi adalah
pemerintahan berdasarkan kedaulatan rakyat
Prinsip demokrasi
Tanggung jawab,
kebebasan sipil, asas mayoritas, hokum alam, kedaulatan rakyat
Hub demokrasi dengan
islam
Islam menjdai sifat
dasar demokrasi karena terdapat konsep syura, ijtihad, ijma
Islam menolak
demokrasi Karena kedaulatan tidak dapat berdiri di atas kedaulatan tuhan
Kedaulatan merupakan subordinasi tuhan dikenal oleh
Abu A’la al Maududi sebagai Theodemocrasy
Identifikasi Espositi,
piscatori, islam identik dengan nilai demokrasi, alasannya
Islam tetap memelihara
tradisi ijtihad (berfikir secara bebas dan benar)
Persamaan (al musawa)
Syura (musyawarah)
Bay’at
Majlis (parlemen)
Disamping 5 prinsip di
atas, ada prinsip Adl (keadilan), Haqq (Hak). Taharrur (kebebasan)
Piagam madina
Makna kedaulatan
tertinggi dalam islam
Dalam islam terdapat
system khilafah (mengangkat dan menerapkan serta melaksanakan hokum yang telah
ditetapkan Allah) dengan dasar aqidah, dalam khilafah islam tidak dikenal nama
lemabag legislative karena allah yang berdaulat. Artinya segala sesuatu
didasarkan hokum Allah (Al Quran ) dan Rasul (sunnah)
Kedaulatan legislative
dalam islam
Dilaksanakan oleh
majelis syura sebagai badan musyawarah segala urusan baik oleh masyarakat
maupun anggotanya yang masih dikonsultasikan dengan khalifah. Apabila urusan
yang disampaikan tidak ada dalam al Quran dan Hadist maka para mujtahid
melakukan ijtihad lalu di qiyaskan dengan hokum yang sudah ada
Demokrasi modern
Kedaulatan di tangan
rakyat
Pembuat peraturan
badan legislative
Keputusan dari
musyawarah
Terdapat badan
legislative
Terdapat hak istimewa
Demokrasi islam
Kedaulatan ditangan
Allah
Pembuat peraturan
Allah
Keputusan diambil dari
ijtihad lalu diteruskan ke ulil amri
Majelis syura sebagai
badan musyawarah
Sistem Ekonomi Islam
M.A. Manan (1992:19) di dalam bukunya yang berjudul “Teori
dan Praktik Ekonomi Islam” menyatakan bahwa ekonoi islam adalah ilmu
pengetahuan sosial yang mempelajari masalah ekonomi rakyat yang di ilhami oleh
nilai-nilai islam. Sementara itu, H. Halide berpendapat bahwa yang di maksud
dengan ekonomi islam ialah kumpulan dasar-dasar umum ekonomi yang dii simpulkan
dari Al-Qur’an dan sunnah yang ada hubungannya dengan urusan ekonomi (dalam
Daud Ali, 1988:3).
Sistem ekonomi islam adalah sekumpulan dasar-dasar umum
ekonomi yang di simpulkan dari Al-Qur’an dan sunnah, dan merupakan bangunan
perekonomian yang di dirikan atas landasan dasar-dasar tersebut yang sesuai
dengan kondisi lingkungan dan masa.
Asas asas sistem ekonomi Islam terbit daripada firman
Allah:
"Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu
(kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu daripada
(keni'matan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah
telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka)
bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berbuat
kerusakan." (Al Qasas: 77)
Daripada ayat di atas terdapat beberapa asas asas ekonomi
Islam, di antaranya
Allah memberi kekayaan kepada manusia
dan Dia adalah Pemilik sebenar kepada segala sesuatu. Firman Allah yang
mafhumnya:
"Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah
menundukkan untuk (kepentingan) kamu apa yang di langit dan apa yang di bumi
dan menyempurnakan ni'mat Nya untukmu zahir dan batin." (Luqman: 20)
"Kepunyaan Nya semua yang ada di langit, semua yang
di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang di bawah tanah." (Ta Ha: 6)
Manusia mestilah menggunakan kekayaan
yang diperolehinya di dunia ini untuk mendapatkan kehidupun yang baik dan
sejahtera di akhirat kelak.
Sabda Rasulullah s.a.w yang mafhumnya:
"Ahli peniaga yang jujur lagi amanah adalah bersama
sama para nabi, para siddiqin dan para syuhada' "
(Bukhari)
Manusia tidak boleh mengabaikan
bahagiannya di dunia ini. Manusia hendaklah bekerja sekuat kuatnya untuk
mendapatkan kebaikan di dunia ini dengan cara cara yang paling 'adil dan
dibenarkan oleh undang undang.
Firman Allah yang mafhumnya:
"Hai orang orang yang beriman, janganlah kamu
haramkan apa apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah
kamu melampaui Batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang
melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik daripada apa yang
Allah telah rezkikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah Yang kamu beriman
kepada Nya." (A1 Ma'idah: 87-88)
"Katakanlah : "Siapakah yang mengharamkan
perhiasan danpada Allah yang telah dikeluarkan Nya untuk hamba hamba Nya dan
(siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik ?" Katakanlah:
"Semuanya itu (disediakan) bagi orang orang yang beriman dalam kehidupan
dunia, khusus (untuk mereka sahaja) pada hari qiyamah. Demikianiah Kami
menjelaskan ayat ayat itu bagi orang orang yang mengetahui." (Al A'raf: 32)
Manusia mestilah berlaku baik terhadap
sesames manusia. Hendaklah mereka melaksanakan tanggungjawab terhadap
masyarakat dan membantu orang orang yang berada dalam kesusahan dan kesempitan.
Firman Allah yang mafhumnya:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku 'adil
dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang daripada
perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepada agar
kamu dapat mengambil pelajaran.'' (Al Nahl: 90)
"Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan
haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang orang yang dalam
perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang orang yang mencari keredaan
Allah, dan mereka itulah orang orang yang beruntung. " (Al Rum: 38)
Manusia tidak dibenarkan untuk melakukan
kerosakan di maka bumi. Ia mesti mengelakkan dirinya daripada melakukan
perbuatanperbuatan dosa yang termasuk di dalamnya kegiatan kegiatan mencari
kekayaan yang tidak 'adil, membazirkan sumber sumber dan hasil hasil kekayaan
serta melakukan penipuan dalam perniagaan.
Firman Allah yang mafhumnya:
"Makanlah daripada rezeki yang telah diberikan
Allah kepadamu dan janganIah kamu mengikuti langkah langkah syaitan.
Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu." (A1 An'am: 142)
"Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di
setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih lebihan.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang berlebih lebihan." (Al-A'raf: 31)
"Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta
sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah)
kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan
sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa,
padahal kamu mengetahui." (Al Baqarah: 188)
Dalam
sistem ekonomi Islam terdapat beberapa prinsip, yang antaranya:
Islam memperakui pemilikan hak
perseorangan dan menempatkan hak ini ditempat yang paling sesuai dengan fitrah
manusia. Malah Islam menetapkan bahawa harta dan milik peribadi adalah di
antara lima perkara daruri yang wajib dilindungi oleh syari'atnya.
Fitrah ini berdasarkan kepada firman
Allah yang mafhumnya:
"Telah dihiasikan bagi manusia
itu mencintai hawa nafsu terhadap wanita, anak pinak, kekayaan yang melimpah
ruah daripada emas dan perak, kuda yang tangkas, binatang binatang ternakan dan
sawah ladang. Itulah kesenangan kehidupan dunia."
(Ali-Imran: l4)
Islam melihat bahawa manusia adalah
makhluk yang memiliki dorongan dorongan dan ingin memiliki dan menyukai harta
benda. Dorongan dorongan yang bersifat fitri ini jugalah yang menggerakkan
manusia melakukan usaha pembangunan dan bersungguh sungguh untuk berjaya.
Namun demikian perakuan Islam terhadap
hak milik peribadi tidaklah bererti is membiarkan manusia bebas tanpa sebarang
ikatan dan peraturan. Untuk meletakkan perakuan terhadap hak milik peribadi di
atas jalan yang sentiasa seiring dengan fitrah manusia yang balk dan bukan pula
mengikut hawa nafsu yang buruk maka syari'at Islam menetapkan peraturan
peraturan yang kukuh dan berkesan.
Islam memberikan kepada setiap orang hak
dan kebebasan dalam menentukan corak kehidupannya. la bebas memilih kerja kerja
yang ia minati asalkan tidak bertentangan dengan syari'at Islam. Dengan adanya
berbagai bagai minat di dalam menentukan pekerjaan dan somber pendapatan masing
masing maka timbullah kepelbagaian di dalam basil negara dan keperluan
masyarakat.
Dalam Islam, pekerjaan mempunyai taraf
kemuliaan yang besar yang tidak ada bandingannya dalam semua agama dan
kebudayaan yang lain. Kebebasan mencari sumber pendapatan dalam Islam
berdasarkan kepada firman Allah yang mafhumnya:
"Apabila telah ditunaikan salat,
maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah kurnia Allah" (A1-Jum'ah: 10)
"Dialah yang menjadikan bumi ini
mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian
daripada rezeki Nya, dan kepadanya kamu (kembali setelah) dibangkitkan"
(Al-Mulk: 15)
Kegiatan ekonomi adalah sebahagian
daripada ruang lingkup Islam yang syumul. Oleh itu, apa sahaja yang hendak
ditegakkan oleh Islam maka itu jugalah yang ditegakkan oleh mana mana bahagian
daripadanya. Islam bertujuan untuk menegakkan ke'adilan, oleh itu salah satu
asas utama sistem ekonomi Islam juga ialah untuk menegakkan keadilan.
Ke'adilan sosial yang hendak ditegakkan
oleh sistem ekonomi Islam bersih daripada sebarang slogan kosong dan bebas
daripada sebarang kekeliruan. Ini adalah kerana ke'adilan dalam Islam mempunyai
asasnya yang tersendiri, iaitu di atas dasar taqwa dan ma'ruf.
Di antara prinsip yang ditetapkan oleh
Islam dalam memperolehi hak milik ialah melalui hak pewarisan. Hak pewarisan
berdasarkan kepada fitrah manusia, keadilan dan penghormatan terhadap kehendak
dan cita cita pemilik. Setiap orang yang memiliki harta berhajat untuk menjamin
hidup ahli keluarganya dan berusaha agar harta yang ada padanya tidak habis.
Maka kerana itulah hak pewarisan ini adalah satu prinsip yang tinggi nilainya
dalam sistem ekonomi Islam.
Malah Islam memandang bahawa hak
pewarisan adalah salah satu alat yang utama bagi mencapai ke'adilan sosial di
dalam masyarakat. Di atas dasar inilah undang undang pewarisan Islam menjadi
sesuatu undangundang yang unik dan tidak terdapat di dalam sistem sistem yang
lain.
Salah satu ciri yang menonjol dalam
sistem ekonomi Islam ialah kegiatan ekonomi mempunyai hubungan yang rapat
dengan sistem Islam yang syumul sama ada daripada segi 'aqidah mahupun
syari'atnya. Sistem ekonomi Islam tidak boleh dipisahkan daripada dasar dasar
'aqidah dan nilai nilai syari'at Islam.
Di segi 'aqidah, sistem ekonomi Islam
dilandaskan kepada hakikat bahawa Allah adalah Pencipta dan Pemilik 'alam
semesta seperti firman firman Allah yang mafhumnya:
"Tidakkah kamu perhatikan
sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan) kamu apa yang di
langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan ni'mat Nya untukmu zahir dan
batin." (Luqman: 20)
"Kepunyaan Nya semua yang ada di
iangit, semua yang yang di bumi, semua yang di antara keduanya dan semua yang
di bawah tanah." (Ta Ha: 6)
Sementara di segi syari'at pula is
menghubungkan sudut sudut mu'amalah sesama manusia.
Firman Allah yang mafhumnya:
"Supaya harta itu jangan hanya
beredar di antara orang orang kaya di kalangan kamu." (Al-Hasyr: 7)
Sabda Rasulullah s.a.w yang mafhumnya:
"Semua muslim atas muslim yang
lain haram kehormatannya, hartanya dan darahnya." (Tarmi dhi)
Satu lagi ciri sistem ekonomi Islam yang
membezakannya dengan sistem sistem yang lain ialah ia mewujudkan keseimbangan
di antara kepentingan individu dan kepentingan masyarakat. Dalam sistem ekonomi
Islam kepentingan individu dan kepentingan masyarakat adalah sehaluan dan
selari, bukannya bertentangan di antara satu sama lain sebagaimana yang dirumuskan
oleh sistem sistem lain.
Untuk mewujudkan keseimbangan ini,
sistem ekonomi Islam memberi kebebasan bagi anggota masyarakat untuk terlibat
dengan berbagai bagai jenis kegiatan ekonomi yang halal di samping
menyelaraskan beberapa bidang kegiatan tersebut menerusi kekuasan undang undang
dan pemerintahan.
Mengambil kira asas asas dan ruang
lingkup ciri cirinya, nyatalah tujuan ekonomi Islam adalah bersifat 'ibadah dan
melaksanakannya bererti, melaksanakan sebahagian daripada tuntutan 'ibadah yang
menyeluruh.
Sabda Rasulullah s.a.w yang mafhumnya:
"Sesungguhnya tidak kamu
keluarkan satu nafkah pun yang kamu cari di jalan Allah, melainkan kamu diberi
pahala kerananya, sekalipun nafkah yang kamu berikan untuk isterimu. " (Bukhari, Muslim)
Roh di sebalik semua kegiatan ekonomi
Islam ialah ta'awun atau kerjasama. Oleh itu sesiapa yang membantu saudara
saudaranya dan masyarakatnya semata mata untuk mendapatkan keredaan Allah, maka
itu merupakan satu 'ibadah.
Sabda Rasulullah s.a.w yang mafhumnya:.
"Seorang musLim adalah saudara
seorang muslim yang lain. Tidak boleh is menganiayanya dan menghinanya.
Barangsiapa memenuhi hajat saudaranya, Allah sentiasa menolong hajatnya. Dan
barangsiapa membukakan satu kesusahan daripada seseorang muslim, Allah akan
membukakan daripadanya satu daripada kesusahan kesusahan kelak pada hari
akhirat." (Bukhari, Muslim)
Kegiatan ekonomi yang berteraskan kepada
kesaksamaan serta menghapuskan penindasan dan penipuan adalah merupakan satu
sistem yang benar benar dapat menegakkan ke'adilan social dan ekonomi di dalam
masyarakat. Di atas dasar inilah Islam membenarkan jual beli dan mengharamkan
riba dan sebarang jenis penipuan.
Sebarang sistem ekonomi yang tegak di
atas dasar penindasan akan menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat kerana
wujudnya amalan yang mementingkan diri sendiri seperti monopoli perniagaan,
manipulasi pasaran dan eksploitasi buruh yang akhirnya menimbulkan ketegangan
bukan sahaja di antara individu dengan individu, malah di antara satu negara
dengan negara.
Sebaliknya sistem ekonomi yang
berteraskan kepada kerjasama dan kesaksamaan akan mewujudkan rasa kasih sayang,
sifat tanggungjawab dan tolong menolong di antara satu sama lain. Kesan
daripadanya bukan sahaja individu individu dapat menganjurkan pembangunan
dirinya, malah negara negara dapat sating bantu membantu dalam memenuhi
kemaslahatan seluruh umat manusia.
5.3 Menghapuskan Kemiskinan dan
Keadaan Guna Tenaga Penuh serta Kadar Perkembangan Ekonomi yang Optimum.
Di dalam Islam kegiatan ekonomi adalah
satu 'ibadah dan ia merupakan amanah Allah kepada orang orang yang beriman. Kegiatan
ekonomi mempunyai kesan terhadap kerohanian dan keimanan kaum muslimin.
Melaluinya tuntutan tuntutan 'ibadah yang lain dapat diperkembangkan, dan
perlaksanaan kegiatan ekonomi sendiri adalah natijah daripada tuntutan 'ibadah
'ibadah yang lain.
Dalam pengertian ekonomi sebagai satu
amanah Allah ke atas kaum muslimin, maka di antara tujuan ekonomi di dalam
Islam ialah, pertama; untuk menghapuskan ataupun mengatasi masalah kemiskinan,
kedua; mewujudkan peluang pekerjaan yang penuh, dan ketiganya; mengekalkan
kadar pertumbuhan yang optimum dan sesuai menurut perkembangan kebendaan dan
kerohanian masyarakat.
Menurut Islam kemiskinan adalah musuh
kaum muslimin kerana is boleh membawa kepada kekufuran. Kegiatan ekonomi dan
asas asas hidup sosial Islam menggariskan langkah langkah untuk mengatasi
kemiskinan serta mencari jalan untuk mengelakkan pengangguran kerana kemiskinan
dan pengangguran adalah di antara jalan jalan yang membawa kepada terabainya
fardu 'ain seseorang anggota masyarakat.
Sistem ekonomi mewujudkan kestabilan
pasaran melalui sikap setup anggota masyarakat yang tidak mementingkan diri
sendiri serta sentiasa bersedia membantu dan berkorban demi kepentingan anggota
anggota masyarakat yang lain.
Islam tidak menolak kemungkinan harga
sesuatu barangan di pasaran meningkat atau dinaikkan kerana kekurangan sumber
sumber bahan ataupun kerana disebabkan bertambahnya permintaan. Tetapi
berkurangnya sumber sumber bahan mestilah disebabkan oleh perkara perkara yang
betul, sementara dasar kenaikan harga yang disebabkan oleh permintaan hendaklah
di atas dasar yang ma'ruf dan munasabah, tidak bersifat, mengongkong dan menyempitkan
kehidupan masyarakat.
Perlaksanaan sistem ekonomi Islam yang
merupakan kesatuan terhadap asas asas sosio ekonomi dan politik ini bertujuan
untuk mengimbangkan nilai matawang dengan pulangan barangan dan perkhidmatan
yang didapati oleh anggota masyarakat, malah di antara negara negara di dunia.
Rasa tidak puas hati manusia hidup di
dalam sesebuah masyarakat lantaran pengagihan ekonomi yang tidak seimbangan dan
aktiviti aktiviti yang diarahkan hanya untuk menguntungkan pihak pihak tertentu
akan membawa berbagai bagai gejala yang bahaya kepada manusia.
Walaupun Islam menolak ekonomi sebagai
asas utama pemikiran dan pembentukan sesebuah masyarakat, namun dalam masa yang
sama Islam menekankan bahawa perjalanan masyarakat untuk mencari keamanan dan
kepatuhan kepada undang undang dapat dicapai melalui beberapa kegiatan ekonomi.
Asas asas ekonomi Islam bersandarkan
kepada tuntutan tuntutan iman dan akhlak serta sedikit kuatkuasa undang undang.
Namun dalam pengertian sistem akhlak Islam yang sebenar, tuntutan tuntutan
akhlak ini tidak dapat dilaksanakan secara teguh tanpa bernaung di bawah satu
sisten yang mempunyai kewibawaan untuk menegakkan undang undang. Di sekitar
kesyumulan sistem sistem Islam inilah, tercapainya tujuan ekonomi dalam
mewujudkan kepatuhan orang ramai terhadap undang undang serta mengekalkan
keamanan.
Ekonomi moden tidak terpisah daripada
permasalahan geo politik atau politik dunia. Dalam percaturan politik
antarabangsa semasa, ekonomi merupakan senjata yang terpenting dalam mewujudkan
kekuatan pengaruh dan kedudukan sesebuah negara. Ini dilaksanakan melalui
memperkuatkan sistem pertahanan dan persenjataan masing masing.
Menurut Islam keharmonian hubungan
antarabangsa wujud di atas dasar kerjasama sosial dan ekonomi dan bukan di atas
penindasan terhadap keduanya sebagaimana yang berlaku pada hari ini. Sebab
itulah Islam juga tidak hanya menganggap bahawa pertahanan negara hanya
bergantung kepada semangat keimanan atau bilangan tenaga tentera yang ramai,
tetapi kekuatan pertahanan juga bergantung kepada kekuatan ekonomi, sama ada
daripada sudut produktiviti yang banyak ataupun pandangan musuh musuh yang
sentiasa gerun terhadap negara Islam sendiri.
Atas dasar ini Allah memerintahkan kaum
muslimin agar bersiap sedia dengan apa sahaja kekuatan yang dapat menimbulkan
rasa takut musuh terhadap mereka.
Firman Allah yang mafhumnya:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang
kamu sanggupi daripada kuda kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang orang selain
mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya." (Al-Anfal: 60)
6.0 Nilai dasar ekonomi Islam
1. Nilai dasar kepemilikan
2. Keseimbangan
3. Keadilan
7.0 Nilai Instrumental Ekonomi
Islam
1. Zakat
2. Larangan Riba
3. Kerjasama ekonomi
4. Jaminan sosial
5.
Peranan negara
Referensi
http://anugrahjuni.wordpress.com/umum/sistem-ekonomi-islam/Kamis, 27 Desember 2012
Pendidikan Agama - Akhlak
Akhlak, dari kata khuluq, tingkah laku, tabiat
Menurut istilah yaitu kekuatan jiwa yang
mendorong perbuatan secara spontan, tanpa dipikir dan tanpa direnungkan lagi
Menurut ibnu maskawih
Akhlak : keadaan jiwa seseorang yang mendorong
melakukan perbuatan tanpa melalui pertimbangan akal pikiran
Menurut Al Gazali
akhlak: sifat yang tertanam dalam jiwa mendorong melakukan perbuatan tanpa melalui pertimbangan akal pikiran
akhlak: sifat yang tertanam dalam jiwa mendorong melakukan perbuatan tanpa melalui pertimbangan akal pikiran
Moral, dari bahasa latin mores, yaitu adat
kebiasaan
Dikaitkan dengan ajaran baik / buruk yang
diterima umum/ masyarakat
Etika, sebuah tatanan perilaku berdasarkan
system tata nilai masyarakat tertentu
Standar baik buruk : akal pikiran manusia
Perbedaan Akhlak, moral dan etika
Akhlak: standar baik buruknya Al Quran dan
Sunnah Rasul
Moral: standar baik buruknya adat istiadat,
bersifat lokal, praktis
Etika: standar baik buruknya akal pikiran
manusia, bersifat teoritis, umum
Macam akhlak (6)
Akhlak terhadap Allah
Akhlak terhadap orang tua
Akhlak kepada diri sendiri
Akhlak kepada keluarga/ kerabat
Akhlak dalam masyarakat
Akhlak kepada lingkungan hidup
Akhlak
kepada Allah
Beribadah kepada Allah
Tawadhu kepada Allah
Tawakal kepada Allah
Takwa kepada Allah
Ikhlas menerima keputusan Allah
Bersyukur kepada Allah
Akhlak
kepada diri sendiri
Sabar
Syukur
Tawadhu
Menghindari perbuatan tercela
Menghindari dosa besar
Memelihara kesucian jiwa
Cara memelihara kesucian Jiwa
Taubat
Muraqabah
Muhasabah
Mujahad
Taat beribadah
Macam dosa besar
Syirik
Nifak
Fasiq
Kufur
Riddah
Melanggar perjanjian Allah
Zina, menuduh zina
Minum khamr
Berjudi, sumpah palsu
Membunuh manusia tanpa dosa
Riba
Dusta
Menggunjing, mengadu domba
Buruk sangka, hasut & sombong
Akhlak
kepada orang tua
Berbuat baik kepada keduanya (birrul walidain)
dengan ucapan dan perbuatan
(al isra: 24)
Akhlak
terhadap orang lain
Menghormati perasaan
Memberi dan menjawab salam
Padnai berterima kasih
Memenuhi janji
Tidak boleh mengejek
Jangan mencari kesalahan
Rendah hati, lemah lembut, toleran
Mendamaikan bila berselisih
Akhlak
kepada lingkungan hidup
Misi agama islam adalah mengembangkan rahmat,
bukan hanya manusia tetapi juga kepada alam dan lingkungan hidup (al anbiya
107)
Misi itu tidak lepas dari tujuan manusia
sebagai khalifah di bumi (HUD 61)
Sekilas tentang laut
Sekilas kita lihat, laut hanyalah air yang membentang luas berwarna biru tanpa sesuatu hal yang menarik kecuali sunset dan sunrise,,,
Namun, jika kita lihat lebih dalam, qta akan menemukan sesuatu hal yang istimewa...
seperti manfaat laut, kehidupan laut, peran laut, dan sebagainya....
coba kita ingat masa lalu, seperti sebuah lagu
"nenek moyangku seorang pelaut....."
itu memang benar...
lalu dulu kerajaan terhebat adalah kerajaan majapahit yang mengandalkan armada lautnya,
namun sekarang qta telah d jajah, manjadi negara tani, padahal awalnya dengan laut qta bisa lebih jaya...
selain itu, negara maju juga sebenarnya memanfaatkan laut, silakan cari contohnya di google
untuk itu ayo qta jaga, rawat, laut kita, karena 70% negara kita adalah laut....
bukalah hati dan pola pikir kalian, ayo kita tengok laut kita... OK?







1.jpg)




